Nguping Rumah GW

Standard

Ini sih terinspirasi dari buku nguping Jakarta, tentang betapa setiap hari kita mendengar percakapan-percakapan konyol. Nah kali ini bukan Nguping Jakarta, tapi Nguping Rumah Gw, karena pelaku-pelaku utamanya adalah orang-orang si rumah saya, hehehe, mari kita simak bersama. Selamat menikmati!

nguping 2

Semakin Besar Semakin Jenius
Sebuah percakapan di ruang makan
Anak ke dua : Mi, dari hasil psikotes, IQ Ijul tinggi loh, berarti Ijul pinter, Mi!
Ummi             : Ya iya atuh, kan anak Ummi, da dari bayi sampe sekarang kepala kamu gede, pasti pinter atuh!
*didengar oleh anak kedua yang kebetulan kuliah di Fakultas Psikologi, dan tak tega untuk membantah komentar si Ibu

Dari Annas sampai Alfatihah
Di hari pertama bulan Ramadhan semua orang rumah saling berlomba untuk mengkhatamkan Qur’an, itu karena Allah menjanjikan pahala yang banyak dan… Abi menjanjikan uang 100rb sebagai rewards :D. Diantara penghuni rumah yang bersaing dengan sengit adalah Saya(kakak kedua) dan Emil (adik paling bungsu). Suatu ketika saya sedang tilawah, Emil tiba-tiba datang, dan membuka pintu kamar sambil tergesa
Adik    : Cha, kamu udah berapa lembar?
Kakak : 2 lembar, kamu berapa?
Adik    : Aku udah 4 lembar loh!
Kakak : HAH kok bisa, kamu licik yah?
Adik    : Aku bacanya dari belakang cha! Gapapa tau, kan ga ada haditsnya harus baca dari depan
Kakak : :O
*didengar oleh sang kakak yang kesal dan langsung menambah speed tilawah

Suam-Suam Kuku Lebih Bagus!
Sebuah percakapan di ruang keluarga
Ummi : Bi, Ummi lagi sakit, panas-dingin nih..
Abi       : Ya bagus atuh, panas campur dingin kan jadi sedeng
*di dengar oleh anggota keluarga yang lain, yang merasa Abi terlalu cuek

Yang Penting Tinggi Badan, Bukan Tinggi Hidung!
Sebuah percakapan setelah pulang dari rumah teman
Adik    : Cha, kata kamu Si Teh Wiwiet beneran nggak sih mo ngejadiin kita model untuk merk kerudungnya?
Kakak : Ya, gak tau atuh mil
Adik    : Ah kayaknya mah becanda yah ca? Pasti buat nyenengin kita aja
Kakak : Iya kali mil
Adik    : Iya, yah, mana mungkin aku jadi model, idung aku kan pesek
Kakak : Aaaah, pesek mah gampang, tinggal di-shading dikit juga jadi keliatan mancung
Adik : Oh, iya yah bener, aku mau deh jadi model, ga dibayar juga gapapa asal jadi model
*didengar oleh sang kakak, yang salut pada keinginan besar adiknya untuk menjadi model

Perhatikan Urutannya !
Kakak : Kok kamu beli baju terus sih, Mil? Dapet uang dari mana?
Adik    : Ya dari uang jajan aku laaah
Kakak : Emangnya kamu nggak pernah jajan gitu?
Adik    : Jarang
Kakak : Emangnya gak lapar apa, uangnya disimpen-simpen terus! Perhatiin mana kebutuhan yang primer, mana kebutuhan yang sekunder dong!
Adik    : Ya berarti aku udah bener, kan dimana-mana sandang dulu baru pangan dan papan, berarti baju dulu baru makan, iya kan?
Kakak : :O
*didengar oleh sang Kakak, yang penasaran dengan kurikulum ekonomi zaman sekarang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s