Obat untuk Pak Mujianto (Bengkel Hati)

Gallery

Kalau anda kira saya akan bercerita tentang Mujianto sang pembunuh berantai, Anda salah :D, bukan ini bukan kisah Pak Mujianto yang itu. Saya akan bercerita tentang pak Mujianto, salah satu jamaah Ustadzh Dhanu.

Anda tahu acara Bengkel Hati di MNc TV yang diisi oleh Ust. Dhanu?

Bengkel Hati adalah sebuah acara siraman rohani yang berbeda dari yang lain. Jika acara siraman rohani biasanya menghadirkan seorang Ustadzh/Ustadzah yang memberi tausyiah rohani, maka di acara ini, sang Ustadzh (yang ternyata seorang insinyur), memberi tausyiah rohani yang kemudian disambung dengan sesi konsultasi penyakit dari para jamaahnya. Sang Ustadzh akan memberi solusi untuk kesembuhan penyakit jamaahnya, dengan terlebih dahulu mengurai hubungan antara penyakit jamaahnya dengan akhlak keseharian jamaah tersebut.

Pagi tadi,  saya menonton pada bagian Tanya-jawab dengan ustadzh, ketika seorang jamaah bertanya tentang penyakitnya

Singkat cerita berkisahlah Pak Mujianto tentang penyakitnya. Sudah dua tahun ini Pak Mujianto menderita sakit kepala yang tak tertahankan. Katanya hampir setiap hari penyakit tersebut menyerangnya.

Pak Mujianto adalah seorang yang bersahaja, kalimat yang dipakainya pun sangat sederhana, sehingga mengundang gelak tawa bagi jamaah, ustadzh, serta pembawa acara. Pak Ustadzh pun mulai bertanya pada Pak Mujianto.

“Pak kalau boleh tahu nih ya pak, tapi maaf ya pak, pekerjaan bapak apa?”

“Tukang sapu jalan, Ustadzh.”

“Maaf nih ya Pak, kalau boleh tau, berapa penghasilan bapak sebulan?”

“400 ribu, Ustadzh.” Jawab Pak Mujianto lirih

“Astaghfirullahalaziiim.”

Pak Ustadzh terdiam, semua penonton ikut terdiam, dan santap sahur saya pun terhenti, rasanya selera makan saya jadi hilang. Ingin menangis, memikirkan sampai sekarang masih ada orang yang bergaji 400 ribu.  Saya pikir: pantaslah bapak ini merasa pusing setiap hari, bagaimana tidak pusing, uang 400 ribu sebulan tentulah tak cukup untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Rupanya itu juga yang dipikirkan Pak Ustadzh.

“Pak, kalau begitu saya beri jalan keluar ya pak, bagaimana kalau Bapak saya beri pekerjaan, bapak ingin pekerjaan apa?”

“terserah Ustadzh saja.” Jawaban yang sederhana dari mulut Pak Mujianto.

Akhirnya setelah dialog yang agak alot (dan lucu), pak Ustadzh memutuskan untuk memberikan uang 15 juta untuk Pak Mujianto dan Istrinya! Rencananya mereka berdua akan membuka usaha di bidang makanan. Pak Ustadzh pun memberi bimbingan kepada Pak Mujianto. supaya bangun shalat malam, dan bermunajat pada Allah

“Ya Allah jika sakit kepala ini karena dosa dan kesalahan saya di masa lalu, maka maafkanlah hamba”

Uniknya di akhir sesi pertanyaan dengan Pak Mujianto, Pak Ustadzh bertanya pada Pak Mujianto

“Bagaimana pak, sudah mendingan sakit kepalanya?”

“iya, pak, sudah banyak mendingannya.”

Grrrrrr, para jamaah di studio pun tertawa melihat tingkah bersahaja Pak Mujianto dan Istri. Ternyata obat mujarab untuk sakit kepala Pak Mujianto adalah modal usaha!

Akhirnya saya semakin mengerti bahwa seorang muslim yang kuat itu lebih baik dari pada seorang muslim yang lemah, dan kuat di sini juga termasuk ke dalam kuat secara finansial. Karena kefakiran dapat melemahkan, melemahkan fisik maupun mental.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s