Sekilas tentang FLP Jatinangor

Standard

Kumpulan cerpen yang sangat berwarna ini semua ditulis oleh para penulis muda dan pemula, namun dari segi ide dan bertutur layak untuk diapresiasi. Penerbitan buku ini menjadi awal bagi para penulis tersebut untuk mengedepankan nurani dan estetika selamanya serta menyentuh kedalaman kita sebagai manusia (Helvy Tiana Rosa)

Kutipan di atas adalah endorsment dalam buku kumpulan cerpen ‘Romansa Teman Penjara” (2002) yang ditulis oleh angkatan pertama FLP Jatinangor, suatu “artefak” yang masih tersimpan di arsip FLP Jatinangor, mengingatkan kami para penerus generasi FLP Jatinangor saat ini untuk terus membuat karya yang bermakna, yang mengedepankan nilai namun tak melupakan estetika.

Angkatan pertama FLP Jatinangor yang diketuai oleh Nurfahmi Taufik (Kami memanggilnya Kang Opik), adalah inspirasi bagi kami para penerus FLP Jatinangor saat ini untuk terus menyambung estafet kepengurusan FLP Jatinangor.

FLP Jatinangor adalah suatu organisasi kepenulisan yang mewadahi para penulis ataupun calon penulis yang berada di wilayah Jatinangor. Keberadaan FLP Jatinangor sendiri tak dapat dipisahkan dari Fakultas Sastra (khususnya DK M Al-Muslih Sastra), karena pada awalnya inisiator pembentukan FLP Jatinangor para mahasiswa Fakultas Sastra UNPAD yang kebanyakan juga merupakan anggota DKM Al-Muslih, sampai saat ini pun kami masih menjadikan Al-Muslih Center (AMC) sebagai tempat pertemuan Rutin kami setiap senis Sore.

FLP Jatinangor tentunya menginduk pada FLP pusat  yang merupakan sebuah organisasi kepenulisan bertaraf nasional (saat ini bahkan internasional, karena FLP juga memiliki beberapa cabang di luar negeri) yang didirikan oleh Helvi Tiana Rosa (UI), Asma Nadia (IPB), dan Muthmainnah pada 22 Januari 1997. Ketiga ‘founding mothers” ini merasakan hal yang sama, yaitu kejengahan akan karya sastra yang ada pada saat itu, mereka sama-sama merindukan hadirnya suatu karya yang mencerahkan  dan mendidik.

Dari keinginan akan adanya suatu warna baru pada dunia sastra Indonesia itu, maka lahirlah suatu organisasi, yang di dalamnya didukung oleh komunitas penulis-penulis muda (yang tak dapat dipungkiri pada awalnya berbasis dari kalangan akademisi perguruan tinggi ). Pada awalnya komunitas ini beranggota 30 orang, sekarang komunitas ini merambah ke berbagi penjuru Indonesia, tercatat ada lebih dari 100 kota di Indonesia, salah satunya FLP Jatingangor.

FLP Jatinagor meneruskan semangat yang dimiliki organisasi induknya, untuk melahirkan penulis-penulis yang mengedepankan nurani dan estetika selamanya serta menyentuh kedalaman kita sebagai manusia. Saat ini FLP Jatinagor diketuai oleh Fatih Beeman (FIKOM UNPAD), dengan anggota yang berasal dari berbagai fakultas di UNPAD maupun di luar UNPAD. FLP Jatinangor masih terus membenahi diri untuk mewujudkan cita-cita awal yang dimiliki oleh para pendiri FLP, serta berusaha untuk menjadi organisasi kepenulisan yang produktif dan menghasilkan karya-karya yang bermakna untuk Ummat. (Risya Cempaka)

Untuk semua sahabat pena FLP Jatinangor:

Aku tahu kita akan terus menulis,

karena kita memang cinta menulis

Aku tahu kita akan jadi penulis,

karena kita memang terus menulis

Kau menanti masa itu?

Advertisements

About risyacempaka

I am a wisdom seeker, mencari ilmu dan hikmah dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. mendengar lebih banyak supaya mendapat ilmu lebih banyak. menangkap ilmu dengan tulisan, kemudian mengamalkannya. dan tak lupa menyampaikannya pada orang lain. karena agama adalah nasihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s