Ini bukan piknik! Ini Pengajian!

Standard

Pernah merasa bahwa semakin dewasa, semakin banyak kebiasan-kebiasaan baik yang kita tinggalkan, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja? Bukan karena kita mengganti kebiasaan itu dengan kebiasaan buruk, tapi justru kebiasaan-kebiasaan itu kita ganti dengan berbagai kebiasaan baik lainnya. Ternyata waktu membawa kita pada satu titik di mana pemikiran kita menjadi berbeda, benar-benar berbeda.

Saat kelas dua SMA, guru Bahasa Inggris saya menginstruksikan tugas kepada siswa-siswanya  (yang muslim) untuk mencatat ceramah dari ustadz-ustadz kondang di kota Bandung (A Agym dan Pa Aam Amiruddin), kemudian kami diharuskan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris.  Otomatis kita harus pergi ke Majlis Ta’lim tersebut, di daerah Geger Kalong, karena si Mam tidak akan menerima tugas tanpa ada cap dari panitia Majlis Ta’limnya.

Waktu itu semua murid merasa aneh, kenapa guru Bahasa Inggris ini bertindak seperti guru agama saja. Ternyata Mam punya pemikiran sendiri. Mam yang saat itu berusia lanjut ternyata belum pernah menikah, dia khawatir tidak ada anak yang sholeh yang akan mendoakannya ketika dirinya meninggal. Dia berharap dari sekian ratus anak didiknya yang pergi ke Majlis Ta’lim, ada beberapa yang terketuk hatinya dan menjadi anak yang sholeh, setelah itu dia berharap ada anak sholeh yang dengan tulus mendoakannya. Subhanallah guru yang sholehah dan cerdas!

Tak terasa, masa-masa kelas dua SMA berlalu, tapi saya dan sepupu saya Laina (yang satu SMA dengan saya) masih tetap melanjutkan kebiasaan pergi ke Majlis Ta’lim, karena rasanya ada yang kurang kalau dalam satu minggu kita tidak pergi ke DT atau Majlis Percikan Iman (MPI). Kebiasaan ini terus berlanjut sampai pertengahan kelas tiga SMA. Setelahnya kami disibukkan dengan persiapan masuk ke perguruan tinggi.

Semuanya berubah ketika kami memasuki dunia kampus, Saya kuliaah di Jatinangor, dan Laina kuliah di Jakarta. Tiba-tiba persahabatan kami menjadi jauh, bertemu hanya jika ada acara keluarga. Jarak fisik ternyata dapat  mebuat jarak dalam persahabatan, minat, pembicaraan, serta kedekatan hati.

Ahad kemarin, tiba-tiba Ummi saya dan Umminya Laina berencana mendekatkan kami, saudara sepupu yang jarang bersama ini. Mereka menyuruh kami (aku, Laina, Bobi, Bunga, dan Dzulfikar) untuk pergi ke MPI. Bensin dan uang makan dibayarin, Alhamdulillah saya menyambutnya dengan suka cita, karena memang hati sedang labil, mungkin karena pengajian rutin yang biasa masih belum stabil, maklum tetehnya sedang dalam masa penyembuhan sehabis berjihad.

Jadi, di sanalah kami hari itu, membawa karpet warna pink, mencari kavling sendiri yang paling nyaman untuk diduduki. Kami memilih duduk di lapangan rumput, di bawah pohon yang rindang, padahal mesjidnya masih kosong,  sambil tak lupa membeli makanan ringan dan jus buah. Benar-benar seperti pikinik. 🙂

Nah, ini baru asik, belajar Islam itu harus menyenangkan, seperti piknik, padahal bukan, kita lagi pengajian loh! Dan sempet-sempetnya foto-foto dulu 😀 ternyata Ustadz  Aamnya masih di tanah suci karena mendampingi  jamaah Umroh. Dan beruntungnya yang jadi penggantinya adalah Mas Amri, membahas salah satu tema kesukaan saya: kreativitas. Hari itu judul ceramahnya Menjadi Muslim Kreatif (Just My Luck!).

Alhamdulillah, Alhamdulillah terimakasih Ya Allah:

  • Untuk Ahad pagi yang indah bersama adik dan para sepupu
  • Untuk pohon yang rindang di mana kami berteduh di bawahnya menghirup segarnya oksigen
  • Untuk canda tawa yang membuat kami merasa bahagia
  • Untuk sinar matahari yang perlahan-lahan menghangatkan pipi-pipi kami
  • Untuk ilmu yang bermanfaat
  • Untuk persaudaraan dan rasa kasih sayang di hati-hati kami

Ternyata nostalgia mengulang kebiasaan lama itu menyenangkan!

Advertisements

About risyacempaka

I am a wisdom seeker, mencari ilmu dan hikmah dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. mendengar lebih banyak supaya mendapat ilmu lebih banyak. menangkap ilmu dengan tulisan, kemudian mengamalkannya. dan tak lupa menyampaikannya pada orang lain. karena agama adalah nasihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s