Kesempatan Biasanya Datang Bersama Krisis (2)

Standard



Ok, jadi tipsnya adalah…

apa dong, nggak ada ide nih… tuk..tuk..tuk…

Mulai dari mana ya? Coba, aku inget-inget, AHA! Tulis aja deh

Suatu hari di bulan (bulan apa ya lupa ) mmh pokoknya suatu hari di tahun 2003, waktu itu aku masih SMA, temen-temen DKM aku di SMA 2 Bandung  ngajakin aku ke SMA 1 Bandung, waktu itu ceritanya ada training tentang konsep diri dan leadership (kalo nggak salah) yang jadi trainernya Ust. Ahmad Yani, which is waktu itu masih ganteng, karena dia masih muda, haha… yaaah setidaknya aku yang waktu itu berjiwa ABG dan nggak terlalu ngerti ghodul bashor menganggap dia ganteng. Trus Pa Ustadznya cerita kalo dia tuh dulunya mantan model gitu, anak ITB lagi, kerenlah… (di mana letak tipsnya ya? ini semakin ga penting #haha)

Nah, singkatnya seharian itu kita training seharian, wow training yang sangat menarik, dan sebenernya, itu pengalaman pertama aku ikut training. Hebat banget, seharian (ok, sebenernya cuma sampe ashar aja kok) kita duduk tapi seharian, anehnya kita nggak ngerasa ngantuk bahkan setelah makan siang, dengan khidmat kita mendengarkan materi, tepatnya menikmati materi.

Hebat banget lah Pa Ustadznya, terlihat cerdas, charming, banyak wawasan, menguasai materi, dan ngerti banget pikiran kita yang abg-abg labil ini (heuheu). Dan yang paling aku inget abis makan siang itu, kita ada Ice Breaking, kita di suruh bikin suatu bentuk apapun dari selembar kertas (games kreatifitas kayaknya sih), dan terakhir kita disuruh nerbangin kertas itu. Wow ternyata hampir seluruh peserta ngebikin kapal terbang dari kertas. Waaaah akhirnya satu aula itu dipenuhi pesawat terbang yang melayang-layang di udara, COOL! (ok, ini agak lebay).

Tapi dipikiran abg aku,  itu seru banget, biasanya anak-anak SMA disuruh duduk tenang ngedengerin materi, ini kita malah main seru-seruan nerbangin pesawat. Akhirnya kita semua tepuk tangan, dan nggak ngantuk lagi, padahal itu siang-siang dan kita baru aja abis makan siang. Tapi sayangnya kertas yang aku punya nggak bisa terbang tinggi, ya iyalah soalnya orang lain bikin pesawat aku bikin origami kodok (mungkin ini suatu bukti pemikiran aku rada berbeda dari pada kebanyakan orang lain di ruangan itu)

Materi siang itu nempel banget di pikiran aku, tentang konsep diri, pentingnya membuat visi dan misi hidup sejak muda, dan bagaimana cara menjadi young leader. Dan setelah hari itu aku jadi semangat belajar, biasanya tiap ulangan fisika aku jadi anak yang langganan remedial, maklum aku sangat benci angka, tapi setelah aku ikut training itu, Subhanallah ulangan fisika aku dapet 8, padahal, temen sebangku aku yang langganan olimpiade aja Cuma dapet 6. Can’t you believed it? Nah disitulah pentingnya motivasi. Makasih Pa Ustadzh  training yang mengesankan! Mungkin kapan-kapan aku harus ikut training Ustadz Ahmad Yani lagi, biar semangat dan cepet lulus hoho..

Saking berkesannya saat ini skripsi aku juga ngambil topik tentang konsep diri pada remaja, yah karena itu berkesan banget di ingatan aku, konsep diri itu teramat penting untuk seseorang, konsep diri akan jadi pengarah seseorang dalam bertingkah laku dan memilih langkah-langkah strategis dalam kehidupan. Ilmu yang bermanfaat, terima kasih ya Allah, Engkau sempatkan aku berada di sana pada bulan itu pada tahun itu.

Mungkin itulah ciri trainer yang baik, bahkan setelah 8 tahun, saat-saat ikut training di SMA 1 itu masih bisa aku ingat, berkesan, memotivasi, dan menyenangkan.  (scroll..scroll ke atas, mana tipsnya yah?). Hhh… tapi apa tekniknya?  aku nggak tau, aku kan bukan trainer kaya Pa Ustadz…

Apa yah?

Coba berpikir… mungkin yang aku bisa jalanin:

1)    Berani (yang penting berani dulu ngambil kesempatan)

2)    Semangat (semangat dong kan mau motivasi orang)

3)    Persiapan (baca lagi materi2nya, uji coba ngomong di depan Nabila+Jamila), dan yang paling penting:

4)    Tulus

Ya benar, tulus, itu yang paling kamu bisa lakukan sekarang ini , kamu bukan trainer, tapi kamu seorang helper. Mungkin kamu sekarang belum tau apa tekniknya, tapi yang penting kamu harus tulus membantu orang lain (terutama anak-anak SMA ini) karena teknik sesempurna apapun nggak akan bisa ngalahin energi ketulusan. Liat aja Buya Hamka, energi ketulusannya mengalahkan teknik ceramahnya, begitu banyak jamaah yang sampai saat ini masih mendengarkan bahkan mengagumi sosok ini. Tentu saja termasuk aku, sampai sekarang pagi-pagi aku masih suka mendengar tausyiah-tausyiahnya (yang aku download dari 4shared, gratis :)).  Subhanallah, padahal beliau sudah wafat berpuluh tahun silam, tapi ceramahnya dan energi ketulusannya masih menginspirasi banyak orang.

Coba pikirkan yang kamu lakukan bisa membantu orang lain untuk lebih semangat belajar, semoga energi tulus bisa nutupin kekurangan-kekurangan teknik kamu. (scroll…scroll ke atas, mmmh lumayan, orisinil dan sederhana :))

Kayaknya aku bisa deh ngelakuin ini, yang penting jangan panik dulu, inget kata Teh Efri, perempuan kalau panik, maka kecerdasannya akan hilang. Kamu cukup cerdas untuk ngelewatin krisis ini, relax :). Kamu nggak akan tau ini akan berhasil atau tidak, tapi kalau niatnya tulus, bahkan sebelum dilakukan saja, kamu sudah berhasil dapat pahalanya 🙂 Bantuin icha Ya Allah, karena icha ingin ngebantuin orang lain…

Advertisements

About risyacempaka

I am a wisdom seeker, mencari ilmu dan hikmah dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. mendengar lebih banyak supaya mendapat ilmu lebih banyak. menangkap ilmu dengan tulisan, kemudian mengamalkannya. dan tak lupa menyampaikannya pada orang lain. karena agama adalah nasihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s