Surat Untuk Murabbiyahku

Standard

Assalamu’alaikum teh

Maaf ya kalau ica cuma ngungkapin ini lewat tulisan, karena terus terang ica bukan tipe orang yang terlalu terbuka, dan belakangan ini ica coba untuk berazzam untuk nggak banyak mengeluh dalam kehidupan

 

Tulisan ini pun ica buat dengan pertimbangan kalo ditulis maka kita akan lebih bisa mengontrol apa yang akan kita katakan, sedangkan kalau ica langsung curhat ke teteh, pasti ica nggak sadar akan lebih banyak mengeluh, dan seicara nggak sadar juga berarti ica nggak bersyukur, dan melanggar azzam ica sediri untuk nggak banyak mengeluh dalam kehidupan

 

Ikhlas dan Istiqomah, mungkin dua mata kuliah itu adalah mata kuliah yang SKS-nya paling panjang di dunia, sedang ujiannya dilangsungkan di setiap detik dalam kehidupan kita. Kadang ica juga bertanya-tanya kapan ica akan lulus dari dua mata kuliah itu, dan kalau pun ica udah lulus ica nggak yakin dengan nilai iica di dua mata kuliah itu, karena Cuma Allah yang menilai

 

Kadang ica juga berpikir, jangan-jangan tugas ica di dunia adalah untuk mempelajari dua mata kuliah tadi, yang ternyata semuanya gak mudah, kadang-kadang ica gagal dalam ujian itu, tapi untungnya Allah selalu ngasih kesempatan ica untuk menjalani ujian ulang, mungkin supaya ica bisa mengganti semangat ica dengan semangat yang baru, dan kembali menjalani ujian ini dengan semangat yang baru juga

 

Kadang ujian untuk ikhlas dan istiqomah itu datang dari diri sendiri, kita harus melawan diri kita sendiri untuk tetap seimbang di atas titian Ikhlas dan Istiqomah, dan kadang ujian itu datang dari luar, dari lingkungan kita yang seakan-akan mendorong-dorong kita agar jatuh dari titian Ikhlas dan Istiqomah itu

 

Terus terang, dari ica sendiri dua ujian itu, yang datang dari diri sendiri serta datang dari lingkungan eksternal, seringkali datang dan mengganggu keseimbangan iica dalam menjalani keikhlasan dan keistiqomahan.

 

Bulan-bulan terakhir ini ica seringkali bersedih, terutama karena kondisi keluarga ica, khususnya adik iica…adik iica ditangkap polisi teh, karena ketauan sedang pesta narkoba di kostannya. Sekarang dia lagi menjalani masa tahanannya

 

Terus terang, adik ica itu deket sama iica, dan ica bener-bener nggak nyangka kalau itu bisa terjadi sama dia, ica nggak nyangka kalau adik ica bisa kena narkoba, ica icang banget sama adik iica, ica sering nangis kalau mikirin masa depan dia, mikirin kondisi dia kayak gimana di penjara, mikirin gimana kalau dia masih ketergantungan narkoba setelah dia keluar dari penjara

 

Dan sebagai kakak ica merasa gagal teh, ica nggak bisa ngelindungin adik ica sendiri, ica juga jarang melewatkan waktu untuk sekedar ngobrol-ngobrol sama dia, untuk sekedar mendengarkan keluh-kesah dia, untuk mendengarkan apa masalah yang dia hadapi, yang ica pikirin cuma diri ica sendiri, ica mikirin dakwah ica di kampus, tapi adik ica sendiri nggak sempat ica dakwahi, jangankan didakwahi, ngobrol-ngobrol aja nggak pernah lagi.

 

Ica mikirin bagaimana supaya studi ica cepet selesai, tapi ica lupa mikirin apa adik ica tu punya masalah di perkuliahannya, ica sendiri nggak tau apa masalah dia sebetulnya…, karena ica nggak menyempatkan waktu untuk bertanya, apa ica yang memang nggak peduli lagi sama dia, terus terang kondisi ini ngebuat ica down

 

Yang paling sedih pastinya Ummi dan Abi, mereka merasa gagal dalam mendidik anaknya, mereka kecewa, sedih, stress, kadang menyalahkan diri sendiri, dan kadang-kadang kalau suasana sedang panas ummi-abi saling menyalahkan satu sama lain, membuat suasana rumah jadi nggak enak, dan nggak tenang.

 

Ica cuma coba sebisa ica untuk nenangin ummi-abi, coba untuk ngebantu adik-adik ica yang lain buat mengerti kondisi apa yang dihadapi ummi-abi sehingga mereka jadi sering bertengkar, dan membuat suasana rumah jadi nggak enak, makanya ica jadi sering pulang cimahi-jatinangor, karena bulan-bulan terakhir ini ica lebih dibutuhkan di rumah, untuk nenangin Ummi-Abi,  dan Adik-adik iica

 

Di saat yang bersamaan ica juga harus tetap kuliah, KKN, dan Kuliah lapangan ke Garut. Semuanya menuntut iica untuk menguras pikiran dan menyelesaikan semua tugas, UAS, laporan KKN, dan Laporan kuliah lapangan. Di saat yang bersamaan juga ica harus menyelesaikan amanah-amanah iica di dakwah kampus, juga menjaga agar tarbiyah ica dan adik-adik binaan terus berjalan

 

Maaf kalo akhirnya ica nggak datang liqo belakangan ini, ica cuma libur di akhir pekan, dan itu ica pake untuk pulang ke Cimahi. Salah ica juga sih nggak izin ke teteh, tapi ica waktu itu kebingungan untuk ngasih tau ini semua sama teteh, terus terang aja ica rada sungkan buat nyeritain ini

 

Ica juga sadar, bulan-bulan terakhir ini ica mulai nggak tawazun sama diri sendiri, antara kondisi ruhiyah dan ujian yang datang, ternyata nggak seimbang, mungkin itu yang membuat ica ngerasa beban ini terlalu berat

 

Bulan-bulan ini ica banyak bersedih, tapi juga banyak introspeksi diri, banyak merenung tapi juga banyak menicari penyelesaian dari semuanya. Kayaknya kondisinya kayak benang kusut, ica butuh waktu untuk negelepasin benang yang kusut itu satu per satu. Untungnya semua udah berakhir, Alhamdulillah semuanya satu persatu mulai membaik…adik ica juga mulai nunjukin kalau dia mulai berubah, akhlaknya mulai membaik, kata Ummi-Abi dia ikut program pesantren yang diadain di lapas, waktu ica ngejenguk dia terakhir kali, dia keliatan kurus, tapi mukanya bersih, mungkin karena wudhu dan shalat, dia bilang kalau hari-harinya di tahanan banyak dihabiskan di mesjid yang ada di lapas. Subhanallah, ternyata hidayah Allah bisa datang dari mana aja, semoga kalau dia dah bebas nanti, dia bisa jadi orang yang lebih baik

 

Sekali lagi, ikhlas dan istiqomah mungkin adalah mata kuliah yang  SKS-nya paling panjang di dunia, dan mungkin apa yang terjadi sama iica bulan-bulan belakangan ini adalah ujian ica supaya bisa tetap ikhlas dan istiqomah apa pun yang terjadi, apa pun situasinya

 

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan

 

Wassalamu’alaykum wr.wb

 

NB: waktu ica denger teteh mo Nikah, ica seneng banget lho, moga  keluarga teteh nantinya bisa jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan keluarga dakwah wa tarbiyah

Semoga keturunan-keterunannya bisa jadi generasi Qur’ani, generasi Rabbani

Selamat berlayar sampai ke syurga firdaus-Nya  ya tetehQ  sanyang^^

 

Maaf ya teh kalo icape baicanya

 

Jatinangor, 1/20/2010 07:20 AM

About risyacempaka

I am a wisdom seeker, mencari ilmu dan hikmah dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. mendengar lebih banyak supaya mendapat ilmu lebih banyak. menangkap ilmu dengan tulisan, kemudian mengamalkannya. dan tak lupa menyampaikannya pada orang lain. karena agama adalah nasihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s