Fungsi Ekor Kucing

Standard

09/05/2011; 20:46

Aku bertanya pada Ummi, Mi… Sebenarnya apa sih fungsi ekor kucing?

Untuk dikejar-kejar kalau dia lagi bete, kata Ummi dengan lugas dan watados (wajah tanpa dosa)

Aku pun ngakak ngedenger jawaban itu, hahaha, si Ummi bisa aja nih.

Tapi aku pikir lagi iya juga yah, mungkin itu lah fungsi ekor kucing. Aku sering banget ngeliat kucing aku ngejar ekornya sendiri, entah kenapa dia melakukan itu. Kalau pake teori Ummi, mungkin Allah sengaja ngasih ekor ke kucing karena ibunya ga kan bisa ngebeliin mainan, Allah memberikan dia mainan yang menempel permanen dengan tubuhnya, supaya dia bisa selalu bergembira walaupun ibunya tidak pernah memberikan mainan…

Ekor kucing pada dasarnya adalah perangkat yang diberikan oleh Allah untuk membuat kucing itu selalu berbahagia, lihat kucingku memainkan buntutnya sendiri, dia terlihat asyik, dan aku sebagai manusia tertawa melihatnya, tertawa karana aku pikir adalah aneh dia mengejar-ngejar ekornya sendiri yang notabene adalah bagian tubuhnya sendiri, terkadang ia menggigit ekornya sendiri, dan nanti dia sendiri yang akan merasakan kesakitan…aneh

Tapi tidak bagi kucing itu, toh dia tetap saja berbahagia , dengan riang gembira ia mengejar-ngejar ekornya, hehehe…Pertanyaannya adalah apakah manusia juga diberikan oleh Allah perangkat khusus yang membuatnya bahagia seperti layaknya kucing yang memiliki ekor… Tapi kalau aku membayangkan, rasanya geli kalau ada manusia yang berekor.

Aku pikir semua anggota tubuh manusia bisa membuat seseorang merasa bahagia, tentunya jika ia menggunakannya dengan benar. Mata untuk melihat keindahan penciptaan Allah, hidung untuk mencium aroma-aroma yang menyenangkan, mulut dan lidah untuk merasakan makanan yang lezat, telinga untuk mendengarkan musik kehidupan, ya benar… Segalanya dapat dijadikan sarana untuk berbahagia, percayalah, bahagia itu pilihan, dan semua manusia diciptakan untuk berbahagia, berbahagia, berbahagia…

About these ads

About risyacempaka

I am a wisdom seeker, mencari ilmu dan hikmah dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. mendengar lebih banyak supaya mendapat ilmu lebih banyak. menangkap ilmu dengan tulisan, kemudian mengamalkannya. dan tak lupa menyampaikannya pada orang lain. karena agama adalah nasihat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s