Tag Archives: syair tentang amarah

Puisi Amarah

Standard

sorryTahun 2012 adalah tahun menolak, saya minta maaf, maaf, maaf..untuk semua yang datang dan saya tolak, hiks.. hiks… Semua laki-laki harus tau ini: terkadang “menolak” itu justru lebih menyesakkan hati daripada “ditolak”. Serius!

Tahun 2013 berbeda,  walaupun menemukan orang yang tepat, ternyata gundah-gulananya pun berbeda lagi. Yah sudahlah, mungkin saya harus berlatih yoga lagi tahun ini.

Seingat saya sih, saya menulis ini dalam kondisi emosional dan amarah yang memuncak, tapi anehnya waktu saya baca lagi sekarang, saya justru jadi ketawa-ketiwi sendiri. Hihihi, bayangin aja, waktu amarah memuncak saya masih sempat-sempatnya  memperhatikan rima dari puisi saya. Jadi di tiap baris rimanya ganti-ganti a-i-u-e-o, perhatiin deh. Saya juga aneh kok bisa nemuin kata-kata yang rimanya pas kayak gitu, ckckck. kind of perfectionist, maybe :|

Selamat menikmati deh :)

Kau mengetuk pintu di saat yang salah

Saat penghuni rumah masih berbenah,

Jika kau terus memaksa masuk rumah

Maka, akan kuusir kau tanpa istikharah

Lalu kau pun mengancam untuk pergi

Aku bilang: aku tak kan menghalangi

Kau kutuk: aku kan hidup dalam sepi

Asal kau tahu: aku tak pernah sendiri

Mungkin aku telah melukai hatimu

Lewat kalimat singkat yang rancu,

Kesalahan yang muncul dari ragu

Semoga kau terima maaf tulusku

Ummi bilang kan tetap ada pilihan berderet

Yang datang ke rumah dengan hati diseret,

Asal kujaga hatiku jangan sampai dijambret

Ketika melangkah di jalananku yang macet

Mungkin kau kira aku ini sejenis wanita sombong

Kau harus tahu: hanya padaNya aku minta tolong

Supaya ada masa depan cerah yang menyongsong

Dan suara anakcucu mengisi harituaku yang kosong